2.12.09

Fee Appraisal Murah Idaman Klien

Pengguna jasa appraisal (appraisal clients) menginginkan atau selalu idaman klien fee apparaisal mudah / fee jasa penilaian murah atau biaya valuation sangat murah. Dari sisi pengguna jasa appraisal ini, wajar saja fee appraisal murah, namun perlu mendapat beberapa pertimbangan.

Dalam era teknologi yang sudah canggih dan sangat berkembang, fee appraisal murah sangat mungkin dilakukan. Namun demikian prisip profesionalitas dan prosedur serta kode etik penilaian tetap mendapat perhatian penting. Bila hal ini dilangggar bukan tidak mungkin dengan fee appraisal murah dapat mengakibatkan pemikiran negatif, misalnya bagaimana hal tersebut dilakukan?

Berikut ini beberapa tips memperoleh fee murah.

1.      Kenali Kantor jasa penilai publiknya, apakah sudah punya ijin yang cukup kompeten di bidangnya, misalnya penilai  properti atau penilai bisnis. Penilai properti (property valuer) pun memiliki spesialis jasa misalnya ahli sebagai penilai pertambangan (mining valuation), ahli penilai perhotelan, penilai perkebunan kelapa sawit, penilai perbankan atau penilai sektor industri lainnya. Semakin ahli di bidangnya, biasanya penilai publik tersebut akan memiliki data base yang sejenis dengan aktiva atau asset yang akan ditawarkan pengguna jasa appraisal. Demikian juga dengan Penilai bisnis, keahliannya memiliki turunan yang khusus. Sehingga penilai publik yang telah memiliki data base khusus, akan menawarkan jasa penilai atau jasa appraisal dengan fee murah. Bila tidak mau disebut sebagai penilai dengan fee appraisal murah, ia fee yang kompetitif, mungkin istilah yang lebih tepat atau lebih pas. Bagaimana cara mengenalnya?, 

2.    Pengguna memahami akan kebutuhan informasi bagi kepetingan jasa penilaian, misalnya siapkan seluruh dokumen bagi kepentingan penilaian, jangan berniat fee appraisal murah, namun kurang akan pemahamannya. Siapkan dokumen seperti:

    Copy sertifikat properti dan dokumen legal lainnnya.Ukuran denah atau gambar serta sfesifikasi properti perlu dipersiapkan, sehingga pada saat penilai melakukan kunjuangan lapangan, penilai tersebut lebih dipermudah. Jangan memberikan informasi yang keliru, sebab hal ini akan memperlambat proses penilaian atau prosedur penilaian, dan siapkan dokumen lainnya yang dibutuhkan penilai publik

 3.      Permudah proses memperoleh informasi yang detail akan objek penilaian

4.      Proses administrasi yang mudah dan gampang, sehingga pengguna jasa dianggap cukup kompeten oleh penilai publik yang akan melakukan jasa appraisal

5.      Jangan medikte para penilai atau jangan menentukan hasil yang tidak wajar dari kantor jasa penilai publik, hal ini akan memperoleh image yang kurang baik dari para penilai, sehingga proses penerimaan klien dapat terhambat

6.       Lakukan perbandingan dengan beberapa kantor jasa penilai publik, buat wawancara khusus dan singkat dan jangan hanya terfokus dengan fee appaisal atau fee jasa penilaian  murah tetapi lebih kecakapan atau keahlian dari penilai yang bersangkutan sebab apalah artinya kalau fee murah namun pada akhirnya dapat menyebakan hal yang kurang baik di masa mendatang. Hal kurang baik tesebut akan disampaikan pada kesempatan mendatang.

     Dan pastikan tujuan penilaian sehingga dasar nilai apakah Nilai Pasar (market value) atau non market value

No comments:

Post a Comment

admin@asprekan.com

  • Indonesia Economy Outlook for Years 2013; With commitment and consistency to carry out programs and activities that have been planned in the long term, med...